RUWAT DESA BAKUNG PRINGGODANI
MENGENAL TRADISI RUWAT DESA DI DESA
DI DESA BAKUNG PRINGGODANI
Tradisi ruwat desa merupakan bentuk
ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh penduduk atau warga desa setempat dalam
rangka menjaga desa dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya bencana alam
maupun tragedi buruk lainnya seperti perampokan, pencurian, pemerkosaan, hingga
kejadian mistis. Ruwat desa menjadi budaya masyarakat yang tetap dilaksanakan
walaupun terjadi perubahan zaman yang dinamis.
Pelaksanaan
ruwat desa biasanya dilakukan sebelum Bulan Ramadhan. Hampir di setiap daerah
di Indonesia menjalani tradisi ruwat desa yang dituangkan dalam bentuk kegiatan
seperti pementasan wayang kulit, pengajian, elektone, dan lain sebagainya
sesuai dengan permintaan dari masyarakat setempat.
Desa
Bakung Pringgodani ialah salah satu daerah di Indonesia yang menerapkan tradisi
leluhur tersebut. Desa yang terletak di ujung barat Kabupaten Sidoarjo ini,
tepatnya di Kecamatan Balongbendo baru saja melaksanakan ruwat desa pada Sabtu,
11 Maret 2023 kemarin. Desa yang terdiri atas tiga dusun ini, yakni Dusun Plumpung
RW. 001, Dusun Pringgodani RW. 002, dan Dusun Kendal RW. 003 telah
berkolaborasi untuk turut menyelenggarakan ruwat desa berdasarkan pagelaran
masing-masing. Pelaksaan ruwat desa melibatkan semua elemen di masyarakat
seperti perangkat desa, RT/RW, dan tokoh masyarakat.
Dusun
Plumpung telah menyelenggarakan elektone, pengajian, dan pagelaran wayang kulit
yang dilaksanakan tiga hari berturut-turut sejak 10 Maret sampai dengan 12
Maret 2023. Hal ini seperti pada gambar di bawah ini:
Gambar 1.
Acara elektone di Dusun
Plumpung sebagai pembuka ruwat desa
Gambar 2
Acara pengajian di Dusun
Plumpung
Gambar 3
Pagelaran wayang kulit di
Dusun Plumpung
Gambar 4
Panitia pelaksanaan ruwat
desa di Dusun Plumpung
Sementara
Dusun Pringgodani hanya mengadakan partunjukan wayang kulit tepat pada Sabtu
Malam Minggu, 11 Maret 2023. Seperti gambar di bawah ini:
Gambar 5
Panitia pelaksanaan ruwat
desa di Dusun Pringgodani
Gambar 6
Wayang Kulit di Dusun
Pringgodani
Dan Dusun Kendal merayakan ruwat desa dengan persembahan campur sari.
Gambar 7
Campur sari di Dusun Kendal
Tentu saja acara ruwat desa dibuka dengan acara kenduri yang diikuti oleh keseluruhan masyarakat dengan membawa makanan dari berbagai jenis seperti buah-buahan, nasi kuning, jajanan snack, dan minuman teh gelas untuk dimakan bersama-sama sebagai lambing kerukunan dan gotong royong.
Gambar 8
Kenduri di Dusun Kendal
Itulah
sekilas dari pelaksaan ruwat desa di Desa Bakung Pringgodani yang menjadi
tradisi leluhur dan tetap dilaksanakan sepanjang zaman. Sehingga diharapkan generasi mendatang tetap melaksanakan tradisi ini agar tetap menjadi bagian dari budaya Indonesia.










Comments
Post a Comment