REKOMENDASI BUKU SEJARAH YANG MENARIK UNTUK DI BACA (VERSI APRIL)

 

Jangan sekali-kali melupakan sejarah atau yang lebih dikenal dengan JASMERAH merupakan ungkapan kharismatik dari sosok revolusioner, yaitu Bapak Ir. Soekarno. Sejarah tidak hanya mempelajari bagaimana kehidupan atau peristiwa di masa lampau. Lebih jauh lagi, sejarah memberikan pesan moral dan hikmah untuk melakukan kehidupan saat ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, dengan kita belajar sejarah akan banyak ilmu pengetahuan yang memicu pemikiran kritis. Perhatian akan ilmu sejarah telah banyak ditulis ke dalam buku. Ilmu sejarah tidak hanya berkutat pada peristiwa penjajahan, namun banyak sejarah lainnya seperti sejarah perekonomian regional di Indonesia, sejarah dunia atau internasional. Dengan beranekaragam kisah sejarah yang terjadi di dunia ini memberikan nilai lebih untuk tidak jenuh dalam membaca, mempelajari, maupun mengkritisi. Berikut adalah rekomendasi buku sejarah yang asyik dibaca versi aku. Selamat membaca Sobat!

MEMBANGUN INFRASTRUKTUR, MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI: DINAMIKA KOTA SURABAYA DAN JAWA TIMUR SEBAGAI PENYANGGA EKONOMI BANGSA

Buku sejarah pertama yang asyik dibaca adalah mengenai sejarah peradaban Kota Surabaya yang ditulis oleh tim dari Bank Indonesia, yaitu Darsono, Siti Astiyah, Chandra Murniadi, Purnawan Basundoro, Eko Yulianto, Androecia Darwis, Widodo Cahyono, Enny Tin Suryanti, Yiyok T. Herlambang, Haslim Hasanuddin, dan Allan Akbar. Buku ini diterbitkan secara khusus melalui Bank Indonesia Institute pada tahun 2018. Bagi yang ingin membaca dapat dilihat di web resmi Bank Indonesia. Di sana telah dimunculkan bentuk pdf dari buku ini. Penulisan buku ini bersumber dari arsip resmi De Javasche Bank yang terbit mulai pada 1935.

Buku ini telah mendapatkan apresiasi dari Bapak Sukarwo (Gubernur Jawa Timur 2009-2018) dan Prof. Dr. Nawiyanto, guru besar sejarah Universitas Negeri Jember. Pujian tersebut berisikan bahwa buku ini mengupas perjalanan dan perubahan perekonomian di seluruh wilayah Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya secara mendetail. Sehingga diharapkan dengan adanya buku ini dapat menjadi warisan pustaka yang mampu menggelorakan semangat perjuangan generasi muda agar terus belajar dalam memantapkan perekonomian Jawa Timur dalam kancah internasional.

Buku ini berisikan delapan bab. Pada bab pertama diawali dengan pembahasan Posisi Geopolitik Ekonomi Surabaya (1743-1829) dengan subbab Aspek-aspek Strategis Surabaya secara Geografis dan Geopolitis, Surabaya sebagai Pusat Ekonomi di Jawa Timur, dan Kondisi Geografis Wilayah Sekitar Kota Surabaya.

Bab kedua buku ini menjelaskan tentang Membangun Infrastruktur untuk Pengembangan Ekonomi yang Berorientasi Global (1830-1930) dengan subbab Pembangunan Infrastruktur Pendukung Ekonomi di Surabaya, Pembukaan Perkebunan Penghasil Komoditas Ekspor melalui Sistem Tanam Paksa, Surabaya sebagai Pintu Gerbang Ekspor Komoditas Tanam Paksa, dan Perkembangan Ekonomi di Wilayah Sekitar Surabaya sebagai Pendukung Aktivitas Ekspor Tanam Paksa.

Di bab ketiga buku ini menerangkan tentang Sistem Ekonomi yang semakin Terbuka dan Hadirnya Investor Asing. Subbab yang menyertainya meliputi Penutupan Sistem Tanam Paksa dan Diberlakukannya Ekonomi Liberal di Hindia Belanda, Masuknya Investasi Asing di Surabaya pada Masa Liberal, Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Surabaya, dan Surabaya sebagai Pusat Ekonomi Kolonial di Jawa bagian Timur.

Kemudian di bab keempat buku ini berisikan tentang Krisis Ekonomi Global 1930: Bagaimana Otoritas dan Masyarakat Meresponnya dan disertai dengan membahas Kondisi Ekonomi Surabaya pada Masa Krisis Ekonomi 1930, Surabaya dan Pemulihan Ekonomi Pascakrisis 1930, Inflitrasi Ekonomi Jepang, dan Kota Surabaya pada Masa Pendudukan Jepang.

Sementara itu, pada bab kelima berkenaan dengan Upaya Otoritas dalam Membangun Perekonomian Surabaya (1945-1959) yang terdiri atas subbab Kondisi Sosial-Politik pada Awal Kemerdekaan, Pemulihan Ekonomi Surabaya dan Sekitarnya pada Awal Kemerdekaan, Dualisme Bank Sentral Permasalahan Uang dan Perubahan Pemerintahan pada Awal Kemerdekaan, hingga Indonesianisasi De Javasche Bank dan Pudarnya Tatanan Ekonomi Kolonial.

Selanjutnya di bab keenam ialah Perekonomian dan Peran Bank Indonesia pada Era Modern 1968-2014 yang meliputi subbab seperti Struktur Ekonomi Surabaya dan Jawa Timur, Surabaya sebagai Penghubung Perekonomian ke Wilayah Indonesia Timur, Peran Bank Indonesia dalam Membangun Ekonomi Jawa Timur, serta Peluang dan Tantangan.

Pada bab ketujuh membahas perihal Heritage Kantor Perwakilan Bank Indonesia Surabaya dengan subbab Arsitektur Kolonial Surabaya di Abad XX, Pembangunan dan Gaya Arsitektur Gedung De Javasche Bank Surabaya, dan Gedung Bank Indonesia Surabaya sebagai Heritage. Hingga masuk ke bab kedelapan yang berisikan epilog.

Dengan sajian bab pembahasan yang lengkap, buku ini cocok dibaca ketika bersantai maupun membantu dalam pengerjaan tugas sejarah ekonomi. Bagi mahasiswa atau siapapun yang ingin mengetahui sejarah perkembangan Kota Surabaya dan Bank Indonesia sebelum dinasionalisasi oleh NKRI, buku ini patut dijadikan sebagai rekomendasi utama.

                    RAFFLES DAN INVASI INGGRIS KE JAWA    

                  

            Buku sejarah mengenai penjajahan (kolonialisme) juga tak kalah menarik, terutama ketika Inggris menduduki Tanah Jawa pada 1811-1816. Buku ini ditulis oleh Tim Hannigan dan merupakan cetakan keempat, yakni April 2018. Sebenarnya buku ini merupakan terjemahan dari Raffles and the British Invasion of Java dan berhasil disajikan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Bima Sudiarto dan Andya Primanda (penyunting) serta dicetak oleh PT. Gramedia.

            Sisi menarik dari buku sejarah ini terletak pada sampulnya. Bagian atas adalah lukisan potret Sir Thomas Stamford Raffles oleh James Thompson pada 1824. Menurut penulis, dengan menghadirkan Thomas Stamford Raffles pada cover buku memberikan penyajian spesifik. Tanpa membaca judul pun, pembaca secara otomatis mengetahui bahwa buku ini membahas tentang kolonialisme Inggris di Indonesia. Dengan kata lain, tokoh Raffles menjadi ikonik penjajahan Inggris di bumi pertiwi kita. Sementara itu, pada bagian bawah adalah ilustrasi Plateau Dieng dari buku Java: Deszelfs Dedaante, Bekleeding en Inwendige Structuur karya Franz Junghuhn (1851-1854).

            Buku ini telah tertanda U 15+ di bagian barcode yang berarti konsentrasi subjek pembaca dikhususkan untuk usia 15 tahun ke atas atau minimal siswa SMP kelas 9. Buku Tim Hannigan memiliki sisi menarik lainnya, yakni kita akan disajikan peta kekuasaan Inggris di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Bahkan kita juga diberikan penjelasan mengenai istilah-istilah baru pada bagian Daftar Istilah. Adapun bab yang dibahas adalah Pendahuluan, Tanah Harapan, Helaan Napas Pertama di Timur, Kemenangan Gemilang, Seribu Pertanyaan Kecil, Pusat Kegelapan, Tanah Kemenangan Baru, Membuat Sejarah, Kerbau dan Harimau, Pemberontakan dan Mangga, Ratu Adil, dan Epilog.

            Penyajian buku ini berbeda dengan buku historis pada umumnya, namun seperti membaca novel yang terbingkai dalam kisah sejarah. Hal ini dilakukan oleh penulis agar pembaca tidak bosan. Terbukti dengan berbagai apresiasi yang ditujukan untuk buku ini seperti di antaranya Bali Advertiser (Indonesia), Expat Living (Singapura), The Straits Times (Singapura), Lonely Planet (Indonesia), Jakarta Expat (Indonesia), hingga Farish A. Noor (Malaysia).

            Buku Raffles dan Invasi Jawa ke Inggris berusaha mengungkapkan fakta yang belum diulas pada buku sejarah di sekolah. Karena kita akan mengetahui tokoh-tokoh baru dan mengkritisinya. Bagi penyuka sejarah, buku ini menarik untuk dimiliki dan dibaca saat senggang.  

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI SANG MAESTRO TEORI-TEORI EKONOMI MODERN

            Pertama kali mengenal buku ini waktu saya sedang kuliah di semester tiga. Mengikuti mata kuliah sejarah pemikiran ekonomi dan dosen merekomendasikan untuk memiliki buku ini. Alhasil, isinya menarik dan membuat penasaran untuk dibaca. Buku ini ditulis oleh Mark Skousen yang bertujuan untuk menjadi narasi kritis menyikapi pergumulan intelektual dan kepedihan sosial di dalam menyelesaikan masalah-masalah ekonomi. Edisi pertama buku ini dimulai pada 2001 dengan judul asli The Making of Modern Economics: The Lives and Ideals of the Great Thinkers dan kurang lebih 550 halaman. Pembuatan buku ini didedikasikan untuk W. Cleon Skousen (paman Mark Skousen). Menariknya pada setiap akhir bab disertai dengan referensi sehingga membuat pembaca dapat mengetahui sumber darimana tulisan tersebut dikutip. Buku ini berusaha mengungkapkan proses bagaimana suatu teori ekonomi diciptakan. Bahkan antar bab atau tokoh ekonomi memiliki kesinambungan atau tidak berjalan terpisah.

Nah, itulah beberapa rekomendasi buku sejarah yang asyik dibaca. Semoga dengan ulasan di atas dapat memberikan motivasi pada kalian untuk gemar membaca, mengungkapkan fakta sejarah, atau bila perlu mengkritisinya. See you! SALAM SEJARAH.



Comments

Popular Posts