HIBURAN: 5 MANFAAT DARI MENONTON NARUTO SHIPPUDEN
Siapa
sih yang nggak tahu anime Naruto Shippuden? Dari kalangan anak-anak hingga
dewasa pun sudah tahu anime asal Negeri Sakura buatan Masashi Kishimoto. Anime
yang bergenre action ini memiliki
banyak penggemar dari seluruh dunia, seperti Indonesia, Amerika Serikat, bahkan
hingga ke penjuru negara-negara di Eropa.
Uzumaki
Naruto sebagai pemeran utama di serial Naruto Shippuden tentulah memiliki
kelebihan di mata penggemar. Hal ini bukan atas dasar karena dia karakter utama
dari serial ini. Dari segi fisiknya yang berambut pirang, bermata biru,
berkulit coklat (eksotis), dan kemampuannya dalam menguasai chakra Kyuubi (Ekor
Sembilan), menjadi nilai lebih untuk disebut sebagai lelaki “tampan”. Meskipun
banyak tokoh pria yang lebih tampan dibandingkan Naruto seperti halnya Sasori dari
Tsunagakure, Hyuuga Neji, maupun Hatake Kakashi (versi April Smith), tak
dipungkiri bahwa Naruto sering dihubungkan dengan wanita cantik, yaitu Shion,
Amaru, Sarah, Fujikaze, Sakura, hingga akhirnya menambatkan hati untuk hidup
bersama selamanya dengan Hyuuga Hinata.
Selain
dari segi fisik, sifatnya yang pantang menyerah, tetap semangat, berpikir
optimis, dan jalan ninjanya (tidak akan menarik kata-katanya) membuat Naruto
terlihat kharismatik, gagah, dan mempesona. Hehehe. Walau demikian, Naruto juga
memiliki sifat buruk seperti suka ceroboh, tidak sopan karena memanggil Guru
Jiraiya dengan pertapa genit, jarang berberes, dan tidak peka sama perasaan
Hinata. Padahal sikap Hinata selama ini sangat terang-terangan menyukai Naruto,
tapi tetap saja Naruto tidak peka. Hmm Dasar.
Anime
Naruto Shippuden terdiri atas 500 episode yang diawali dengan kepulangan Naruto
(16 tahun) bersama salah satu sannin legendaris, Jiraiya dari latihan selama
tiga tahun lamanya. Walaupun sepak terjang di dunia ninja tidak mudah dilalui
Naruto, seperti berhadapan dengan Akatsuki, kematian Jiraiya, perjuangan
membawa Uchiha Sasuke kembali ke Desa Konoha, bertarung melawan Kurama, kematian
Neji, menyelesaikan Mugen Tsukoyomi pada Perang Dunia Ninja keempat, cerita
Naruto Shippuden berakhir dengan bahagia yakni pernikahan dengan putri klan
Hyuuga, Hinata.
Berikut
ini akan diulas manfaat dari menonton Naruto Shippuden versi April Smith. Ini hanya
sekadar hiburan bila ada tambahan silahkan tulis di kolom komentar.
BELAJAR BAHASA DAN BUDAYA JEPANG
Ini
berlaku bagi kita yang menonton anime Naruto Shippuden asli dalam Bahasa
Jepang. Tanpa kita sadari, menonton anime ini menjadikan kita menerima
perbedaan bahasa dan budaya. Kata khas Naruto –Dattebayo, Konohamaru –Kore,
maupun Kushina -Dattebane menjadi pengetahuan baru bagi kita mengenai kosa
kata. Meskipun beberapa sumber menyatakan bahwa kedua kata tersebut tidak
memiliki arti, melainkan digunakan untuk penekanan atau mengutarakan ciri khas
karakter tertentu. Sumber lain menerangkan bahwa arti di atas berarti “tahu”.
Dalam
anime ini, kita juga dapat belajar budaya Jepang. Seperti Festival Rinne yang
dipertontonkan pada The Last Movie Naruto Shippuden, mengucapkan “ittikimas”
pada saat memulai makan, menundukkan kepala jika meminta maaf kepada seseorang,
mengucapkan “tadaima” pada saat pulang dan yang disambut dengan kata selamat
datang. Jika di Indonesia dan beragama Islam pastilah yang diucapkan
Assalamualaikum dan dijawab dengan Waalaikumsalam. Masih banyak lagi budaya di
Negeri Matahari Terbit ini jika diulas satu per satu. Namun semua itu
tergantung pada kita untuk meniru contoh yang baik dan sopan asalkan tidak
bertentangan dengan budaya lokal.
MENJADIKAN KITA PRIBADI YANG
PANTANG MENYERAH
Kita
tahu bahwa Hinata selalu memperhatikan Naruto, Sakura yang selalu mencintai
Sasuke meskipun dia menjadi penjahat Internasional, dan usaha keras Naruto
untuk bisa menjadi orang nomor 1 di Konoha. Anime ini memberikan manfaat lain
untuk menjadikan kita mengambil sisi positif dalam pantang menyerah. Pantang menyerah
dalam menggapai cita-cita, mempertahankan cinta sejati dalam hati. Selagi kita
memiliki kemauan, pasti ada jalan. Seperti yang dikatakan Naruto bahwa tidak
ada jalan pintas menjadi Hokage, maka tidak ada jalan mudah pula dalam
menggapai angan dan impian kita. Selamat berjuang!
MEMBERIKAN PEMBELAJARAN BAHWA TIDAK
ADA HAL YANG TIDAK MUNGKIN TERJADI SELAGI MAU BERUSAHA
Naruto
yang hidup yatim piatu memiliki impian menjadi hokage sama seperti ayahnya,
Namikaze Minato. Pada awalnya Naruto diceritakan lemah dalam menggunakan chakra,
bahkan mencoba jurus bayangan (kagebunshin
no jutsu) saja tidak bisa dilakukan dengan sempurna. Hingga akhirnya dia
berhasil mencuri gulungan rahasia untuk mempelajari jurus seribu bayangan dan
menyelamatkan Iruka Umino. Bahkan ketika berhasil memasuki final ujian chunin
melawan Hyuuga Neji yang dikenal sebagai genin terkuat di desa, Naruto yang
sempat down pun akhirnya berhasil
mengalahkan persepsi masyarakat tersebut berkat jurus yang tidak ia sukai,
yakni tajuu kagebunshin no jutsu. Keyakinan
yang tertanam dalam diri Naruto perlahan akhirnya mengantarkan pada kesuksesannya
menjadi hokage yang melampaui pendahulunya.
Sakura, teman se-tim 7 Naruto yang pada awalnya dianggap beban, tidak dapat melakukan apapun, akhirnya bisa menjadi ninja medis terhebat di Konoha setelah menjadi murid Tsunade. Hal ini dilakukan dengan usaha yang keras agar dapat “berjalan sejajar” dengan Naruto dan Sasuke.
Rock
Lee pun mengalami kisah yang sama dengan mereka. Setelah pertarungan dengan
Gaara, Lee mengalami cidera yang serius hingga divonis tidak akan menjadi ninja
lagi. Namun, dengan niat dan usaha serta keyakinan untuk sembuh akhirnya Lee
mampu mematahkan argumentasi tersebut. Meski tidak menguasai Ninjutsu,
Senjutsu, dan Genjutsu, Rock Lee menjadi ninja yang ahli dalam taijutsu
mengikuti jejak Might Guy. Inilah manfaat penting dari menonton anime Naruto
Shippuden. Walaupun manfaatnya tidak berupa fisik, melainkan merasuk dalam
pikiran dan jiwa untuk merubah kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI
Seperti
yang kita tahu bahwa dalam Anime Naruto Shippuden terdapat berbagai macam klan,
seperti Uzumaki, Uchiha, Nara, Aburame, Hyuuga, Inuzuka, Sarutobi, Hatake,
Senju, Yamanaka, hingga Akimichi. Setiap klan memiliki karakteristik
masing-masing. Klan Uzumaki dengan ciri khasnya memiliki chakra besar, rambut
merah, dan cocok menjadi jinchuriki Kyuubi. Sementara itu, Klan Uchiha dengan
Sharingan, berkrah tinggi, dan menguasai elemen api. Klan Nara identik dengan
jurus menaklukkan bayangan dan kecerdasan tinggi. Klan Aburame yang menguasai
pengendalian serangga. Klan Hyuuga dengan byakugan dan merupakan salah satu
klan bangsawan di Konoha yang terbagi menjadi keluarga utama dan keluarga
cabang. Klan Inuzuka yang bekerja sama dengan para anjing, Klan Yamanaka yang
memiliki kemampuan pengendalian pikiran atau shintensin no jutsu. Hingga Klan Akimichi dengan ciri khas badan
besar yang mampu mengubah kalori menjadi chakra.
Semua
klan hidup berdampingan, meskipun sempat terjadi ketegangan antara Klan Uchiha
dan Klan Senju di masa lampau dan tragedi pembantaian Klan Uchiha. Uzumaki
Naruto berteman dengan siapa saja, tanpa membedakan klan. Bahkan Uchiha Sasuke
yang menjadi penjahat internasional, tidak menjadikan Naruto untuk lari dari
pendiriannya. Dengan kata lain masih menganggap Sasuke sebagai teman baiknya
dan ingin menyelamatkan dari balas dendam.
MENUMBUHKAN SIKAP NASIONALISME DAN
PATRIOTISME
Pada
Anime Naruto Shippuden terdapat lima desa besar, seperti Konohagakure,
Tsunagakure, Mizugakure, Iwagakure, dan Kumogakure. Kelima desa ini memiliki
pemimpin yang mendapat gelar kage, yaitu Hokage, Kazekage, Mizukage, Tsucikage,
dan Raikage. Tidak hanya itu terdapat juga desa kecil, di antaranya Amegakure,
Takigakure, hingga Otogakure. Semua desa memiliki penduduk yang menjunjung tinggi nasionalisme dan patriotisme. Terbukti ketika Konohagakure diserang oleh Pain,
Tsunade sebagai Godaime Hokage berhasil menyelamatkan penduduk desa dengan jurus pemanggil Katsuyu, yaitu jurus medis tertinggi. Tentu
saja jurus itu memiliki risiko besar, seperti penuaan. Peristiwa nasionalisme dan patriotisme lainnya adalah ketika tragedi pembantaian Klan Uchiha oleh Itachi yang hanya menyisakan adiknya. Alih-alih mendapatkan sebutan ninja kriminal, ternyata Itachi memiliki tujuan mulia semata-mata untuk menghindari perang saudara di Desa Konoha. Dalam arti lain, misi ini dilakukan untuk melindungi kedamaian Konoha walaupun harus merelakan hidupnya menjadi mata-mata Akatsuki dan dicap sebagai ninja pengkhianat. Pantas saja fans menyebut Uchiha Itachi sebagai pahlawan di balik layar.
Tragedi amukan Kyuubi pada saat Naruto baru saja dilahirkan juga mengintepretasikan adanya sikap kepahlawan yang dilakukan oleh Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina. Mereka mengorbankan nyawa demi anaknya dan rela menyegel sebagian chakra Kyuubi ke dalam tubuh Naruto agar keseimbangan antar bijuu di dunia seimbang. Tujuan lain adalah agar Konohagakure tidak mengalami kerusakan semakin fatal.
Kemudian pada saat Kazekage Gaara diculik oleh Akatsuki, semua penduduk mengkhawatirkannya dan menyambut kepulangannya dengan suka cita. Dan masih banyak lagi bentuk nasionalisme yang diaplikasikan oleh tokoh-tokoh di Naruto.
Dengan
begitu, sebagai generasi muda kita sepatutnya bersikap nasionalisme untuk
kemajuan negara. Jangan mudah terpancing berita hoax yang memecah belah
persatuan. Mari tingkatkan diri dalam pengembangan di bidang tertentu. Percayalah
sedikit usaha yang kita lakukan, pasti akan membuahkan hasil. Terpenting bagi
kita untuk maksimal dalam mengerjakannya.















Comments
Post a Comment