UNGKAPAN TERKENAL DARI 15 TOKOH POLITIK DUNIA
ABRAHAM LINCOLN (1809-1865)

Tak pernah sekali pun saya berusaha
untuk dikenang dunia. Hidupku ini kubaktikan pada peristiwa-peristiwa sekitar,
bagi generasi dan zamanku, semata-mata agar diriku terjalin dengan sesuatu yang
penting bagi sesamaku.
ADOLF
HITLER (1889-1945)

Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di
dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup agar kamu nantinya dapat
mengetahui mengapa saya membunuh mereka.
AHMADINEJAD (1956)

Perlombaan senjata, intimidasi senjata
nuklir dan pemusnah massal oleh hegemoni kekuasaan telah dilazimkan.
ANWAR
SADAT (1918-1981)

Orang yang tidak bisa mengubah cara
berpikir tidak pernah mampu mengubah kenyataan dan tidak akan pernah bisa.
Karena itu, ciptakanlah kemajuan.
AYATOLLAH
KHOMEINI (1902-1989)

Manusia secara rasional mungkin dapat
mengerti sesuatu kebenaran, namun karena tidak benar-benar mempercayainya,
mereka tidak akan bertindak sesuai dengan kebenaran tersebut.
BENAZIR
BUTTO (1953-2007)

Bersikap baik hati tidak pernah boleh
disamakan dengan bersikap lemah. Itu bukanlah pertanda kelemahan, melainkan
isyarat sopan santun, tata krama, sikap hormat, kemampuan seorang wanita untuk
membuat setiap orang merasa seperti di rumah sendiri, dan tak pernah boleh
ditafsirkan sebagai kelemahan.
BENITO
MUSSOLINI (1883-1945)

Perang mampu mengantarkan kekuatan
manusia menuju tegangan tertinggi dan menegaskan gelar bangsawan bagi
orang-orang yang berani mengucapkannya.
CHE
GUEVERA (1928-1967)

Saya bukanlah seorang pembebas. Pembebas
itu tidaklah nyata. Rakyat mampu membebaskan diri mereka sendiri.
CHARLES
DE GAULLE (1890-1970)

Tanpa aku, Perancis kacau.
DENG
XIAOPING (1904-1997)

Bukan masalah apakah kucing itu hitam
atau putih. Selama dia bisa menangkap tikus.
FIDEL
CASTRO (1926-2016)

Saya memulai revolusi dengan 82 orang. Jika
saya harus melakukannya lagi, dengan keyakinan mutlak saya akan melakukannya bersama 10 atau 15
orang. Jangan persoalkan seberapa kecil diri Anda. Jika memiliki keyakinan dan
rencana yang matang, lakukanlah.
H.O.S
TJOKROAMINOTO (1882-1934)

Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni
tauhid, sepintar-pintar siasat.
HUGO
CHAVES (1954-2013)

Hentikan, hentikan kegilaan imperialis
yang tidak pernah ada habisnya ini. Sebuah imperialisme yang mengerikan dan
memiliki kekuasaan yang begitu mengancam.
IR.
SOEKARNO (1901-1970)
Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan
kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan
dunia.
JAMALUDDIN
AL-AFGHANI (1838-1897)

Hiduplah mulia dan matilah mulia di
tengah gelombang pedang dan lambaian bendera.
REFERENSI:
Faidi, A. Pemikiran Emas Tokoh-tokoh Politik Dunia. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013




Comments
Post a Comment