PENGALAMAN BERKUNJUNG KE YAYASAN PEDULI KANKER ANAK INDONESIA (YPKAI) SURABAYA, JAWA TIMUR
Sebagai manusia biasa, dengan kecerdasan yang terbatas. Tentu kita takkan pernah bisa menghitung betapa banyaknya nikmat yang Dia berikan untuk hidup kita. Bahkan jika di rupiahkan, uang kita tak akan pernah cukup membayar kadar oksigen yang kita hirup hingga detik ini. Sebagaimana kita tahu biaya oksigen di Rumah Sakit tentulah mahal. Kita juga tidak pernah sanggup membuat ciptaan yang benar-benar sempurna (manusia) selain Allah SWT yang mampu melakukannya. Manusia memiliki daya terbatas. Maka dari itu, manusia tidak berhak bersikap sombong, semena-mena, saling main hakim sendiri, bersikap antipati, dan merasa unggul diri. Sehingga dianjurkan untuk saling membantu sesama saudaranya yang sedang kesusahan. Salah satunya bersikap empati terhadap anak-anak penderita kanker.
Di Surabaya terdapat rumah singgah yang diperuntukkan sebagai yayasan peduli terhadap anak-anak penderita kanker. Lokasi ini bertepatan di Jalan Dharmahusada Indah I No. 49 M58 Surabaya 60115. Rumah ini dikhususkan untuk memberikan kepedulian bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan kanker. Rata-rata usia anak yang mengidap kanker berkisar antara bayi hingga remaja 14 tahun. Penyakit yang diderita pun beragam, seperti kanker darah, kanker mata, hingga kanker getah bening. Dengan usia yang begitu belia, mereka harus menjalani ujian untuk berjuang segenap tenaga demi sembuh dari penyakit mematikan.
Pendirian rumah singgah ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi positif agar mereka tidak berlarut dan kalut dalam kesedihan. Mereka juga berhak berbahagia walaupun dengan beban berat di pundaknya. Motivasi yang diberikan biasanya berupa hiburan kecil seperti bercerita, bernyanyi, dan bermain asalkan tidak dalam waktu yang berlebihan. Tak heran jika banyak buku-buku yang terpampang di sana. Buku-buku tersebut diperoleh dari donasi orang baik maupun beli sendiri. Tema buku-buku tersebut cenderung lebih banyak mengkisahkan cerita anak. Mengingat penderita kanker balita di sana agak mendominasi.
Akhir tahun 2018, tepatnya 3 Desember saya dan kawan-kawan se-komunitas GenBI (Generasi Baru Indonesia) dari divisi Lingkungan Hidup (sekitar 12 orang) berinisiasi untuk mengunjungi YPKAI Surabaya. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah meningkatkan rasa kepedulian sosial sekaligus spiritual mengenai rasa syukur karena diberikan kesehatan dan mendoakan adik-adik agar lekas sembuh dari penyakitnya.
Kegiatan kami di sana mengadakan suatu pertunjukan. Namun hanya dibatasi selama 2 jam, yaitu 08.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB mengingat adik-adik harus istirahat, tidak boleh terlalu lelah, dan harus menjalani serangkaian pengobatan untuk sembuh. Kami pun tidak keberatan. Meskipun waktu kami terbatas, tapi kami harus tampil maksimal dan profesional.
Bercerita, menyanyi, mengadakan kuis berhadiah alat sekolah seperti buku, pensil, tas, dan syal adalah fokus hiburan pertunjukan kami. Kami berharap agar mereka dapat kuat dan menjalani hidup dengan semangat. Melihat tawa mereka membuat kami merasa lega dan semakin bersyukur untuk menghargai anugerah kesehatan jiwa raga ini.
Itulah untuk pertama kalinya saya berkunjung ke rumah singgah kanker. Saya berharap pengalaman ini bisa memberikan inspirasi untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Selain itu, tingkatkan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah SWT berikan untuk kita. Kita doakan agar mereka yang sedang berjuang melawan kanker dapat segera disembuhkan. Tak hanya kanker. Penyakit apapun itu. Dan semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang membahayakan. Aamiin. Salam Literasi.


Comments
Post a Comment