PUISI: LEMBAR PERADABAN
Lirihku bersenandung
Bukan
irama penyejuk hati
Bukan
nada merdu di telinga
Bukan
pula ritme panorama terindah
Ku
sendiri bersandar pada tembok kokoh
Menyila
di ruang semesta
Memandang
setiap halaman aksara
Yang
tersaji di lembar peradaban
Jendela
dunia
Para
insan menyebutnya
Sebuah
lembar pengetahuan
Yang
membinaku menapaki hembusan dunia
Ku
ingin bersahaja
Walau
masa semakin bergulir
Maka
biarlah muara kataku selalu terbuka
Tuk mengeja setiap bait wawasan dalam lembar peradaban
FYI: Alhamdulillah puisi ini pernah saya ikutkan dalam perlombaan. Semoga bisa dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan tugas. Jangan copas dan hargai karya orang lain ya. SALAM LITERASI



Comments
Post a Comment