MAWAR INGGRIS (ROSE'S ENGLAND)
Mawar Inggris adalah julukan cantik dari seorang wanita yang berpengaruh di dunia, khususnya di ranah kemanusiaan. Beliau adalah mendiang Diana Frances Spencer, mantan istri dari Pangeran Charles, putra pertama dari Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth, Inggris. Kecantikan yang bersemayam pada diri beliau tidak sebatas dari fisik dan mode fashion saja, melainkan dari sikap dan kelembutan hatinya. Beliau lahir di Sandringham pada 1 Juli 1961 dari pasangan John Spencer dan Frances.
Sementara itu, beliau mulai dikenal publik semenjak dekat dengan Pangeran Charles di 1980-an. Kemudian menikah pada 29 Juli 1981 di Katredal Santo Paulus, London, Inggris di usia 20 tahun. Sebuah pernikahan yang megah dan mendobrak sejarah Pernikahan yang disebut-sebut sebagai pernikahan ala negeri dongeng. Pernikahan mereka membuahkan dua putra yang kita kenal sebagai Pangeran William dan Pangeran Harry. Lady Diana, begitu masyarakat dunia memanggilnya. Memiliki kepribadian yang baik telah dibuktikan dengan rasa kepedulian sosial semasa hidupnya. Bahkan beliau berani membuktikan bahwa penyakit HIV/AIDS tidak dapat menular ketika berjabat tangan. Tanpa sarung tangan, dan hanya sepasang tangan "telanjang" yang saling bersentuhan. Keberanian ini membuka persepsi baru dunia mengenai penyebaran atau penularan penyakit mematikan tersebut.
Sayangnya, kehidupan Princess Diana tidak berjalan mulus seperti kisah negeri dongeng. Begitu banyak permasalahan hidup yang harus dijalani, seperti skandal perselingkuhan Pangeran Charles, Sang Suami dengan Camilla dan sepanjang hidupnya tidak pernah luput dari pantauan paparazzi. Hal ini membuat kehidupan Putri Diana tidak sepenuhnya memiliki privasi dan kebebasan selayaknya wanita lainnya. Hingga akhirnya hari buruk pun datang. Putri Diana dan Pangeran Charles resmi bercerai pada usia pernikahan yang baru menginjak 15 tahun, yakni di tahun 1996. Kemudian Lady Diana menjalin hubungan dengan anak pengusaha dari Mesir, Doddy Al Fayed.
Hari kematian Putri Diana pun terjadi, yakni pada 31 Agustus 1997 di usia yang baru hampir dua bulan genap 36 tahun. Beliau meninggal bersama dengan kekasih nya di Terowongan Casablanka, Paris Perancis. Kematian Putri Diana menyisakan duka mendalam bagi masyarakat dunia, terutama Inggris. Beragam rangkaian bunga menghiasi Istana Kerajaan Inggris. Terlebih lagi bagi dua putra yang disayangi harus tegar dan mengikhlaskan ibunya untuk selamanya.
Itulah sepenggal kisah dari Lady Diana, Sang Mawar Inggris. Untuk itu, saya berinisiasi membuat puisi yang berkaitan dengan beliau. Berikut adalah puisi tersebut.
Dunia dirundung
duka
Deras sedihnya
berlinang
Mengalir pasrah
tak berujung
Walau masa kian
berganti
Dunia tak lagi
harum
Semerbak mawar
tak lagi tercium
Rinai wewangian
itu pupus
Diringkas ajal
berselimut kalbu
Perempuan dengan
keindahan, Diana
Abadi dalam
kenangan
Jelita raga dan
kalbunya adalah takdir
Siapapun tak
mengelak hadirnya
Laksana air
menerjuni kerak bebatuan
Melunakkan tanpa
terasa
Membuka lebar
cakrawala dunia
Teruntuk jiwa
kosong berbatu keras
Tanpanya
Tak satupun
dekapan tersentuh
Tak ada kasih
sayang
Hanya kumparan
desis tak kemanusiaan
HIV, AIDS,
Ranjau darat
Komplotan
ringsak menjarak nurani
Selamanya
berkubang pada lumpur kebiadaban
Jika sang putri
bertekuk lutut
Dedikasimu
memikat dunia
Sedalam samudera
tercipta
Mengenang lembut
kasihmu
Padamu yang
bersinar di atas awan




Comments
Post a Comment